bellerhiriz

Perempuan bicara..

Friday, September 29, 2006

"RASKIN"


Tau nga "Raskin" itu apa? gw jg baru tau secara pagi ini nonton berita pagi hikz. Itu adalah beRasmisKin. Artinya jatah beras buat orang-orang miskin/berkekurangan. Ironisnya dari berita pagi ini yg gw liat sungguh sangat memprihatinkan. Apalagi kalo bukan korupsi. Ini terjadi di daerah Jakarta barat kelurahan Maphar (kalo nga salah). Salut jg ma team wartawan dari stasiun tv tsb yg gape mendapat berita soal adanya penyelewangan hak2 dari orang2 berkekurangan tsb. Dari hasil liputannya, team tv tersebut menginvestigasi secara langsung dan yg pasti tidak transparantlah. Biasa pake mata-mata. Team tv tsb pura2 menjadi rekan salah satu warga yg mendapat jatah raskin tsb yang sedang mengambil jatah raskinnya. Terlihatlah suatu kejadian yg sangat2 tidak terpuji dari hasil rekaman (munking dari handycam yg tersembunyi ditas wartawan tsb). Dari hasil transaksi salah satu warga yg sedang mengambil jatah berasnya di kelurahan tsb, pihak kelurahan meminta tambahan Rp1000 dari setiap satu karung jatah raskin tsb. Harga satu karung beras tersebut Rp11,000.

Itulah dari hasil hidden camera. Dan team wartawan tv tsb lgs mencari informasi ke warga setempat. Ternyata bener! warga yang mendapat jatah raskin diminta tambah Rp1000, yang katanya untuk tips yang membongkar karung2 beras tsb. Kalo nga salah denger warganya yg didata mendapat jatah sekitar 133 org. So 133x1000=133,000/bulannya masuk ke "kantong nga jelas"!! Padahal dari bulog sudah memberikan sejumlah uang untuk ongkos pembongkaran karung beras tersebut. Ini dibuktikan dari hasil wawancara wartawan lgs dengan petugas kelurahan setempat. Dan slip kwitansi ongkos pembongkaran dari bulogpun ditunjukkan lgs oleh petugas tsb. Biasalah, penyangkalan terjadi sewaktu wawancara dengan salah petugas kelurahan tsb(gw lupa namanya!). Begini kira2 wawancaranya:

Wartawan (W): Apa bener pak, warga yg mendapat jatah raskin diminta tambahan untuk ongkos pembongakaran beras?
Staff Kelurahan (SK): Ahh..tidak betul itu.
W : Tapi pak, setelah kita menanyakan lgs ke warga seperti itu pak terjadi di lapangan.
SK : Itu tidak benar. Saya bisa jamin itu ! ("Glekk")
W : Tapi pak ada kabar beberapa waktu lalu ada kemacetan soal pembagian jatah ada sekitar 2 bulan tidak dibagikan ke warga ..
SK : Kejadian itu cuman salah tekhnis. Ada karyawan kita yg lalai. Tapi dia sudah kita keluarkan. Dan sekarang kami langsung menangani ke lapangan. Dan "saya" lgs terjun ke lapangan untuk memantau pembagian tsb. (lah kemaren2 kemane pak? plesiran? kok nga dipantau?? makan gaji buta donx "glekk")

Begitulah sekilas wawancaranya (seingat gw)!
Padahal betul adanya ada sekitar 2 bulan sebelumnya jatah tersebut man'dek! Kata warga yg dimintai informasi oleh wartawan lg, sewaktu dia (warga) datang mau membeli jatah raskin tsb, dijawab petugas kelurahan "habis". Loh kok habis?" tanya warga. Lah iya emang nga ada kok digudang habis!! jwb petugas. "Lah gimana habis, wong kupon kita aja belum pada nukar pak! kemane berasnya ?" tanya warga (logis bener!). Hmm warga berkekurangan aje punya otak untuk berfikir seperti itu. Secara sangat masuk akal sekali. Karena seluruh warga yg mendapat jatah raskin didata ma pemerintah. Dan diberi kupon. Otomatis yg didrop sesuai data. So harusnya tidak -mis-!! Itulah pemerintah kita!! Terserah pikiran masing2 mo menilainya. Tapi inilah kenyataannya dan ini sudah masuk kasus korupsi/penyelewengan petugas terhadap hak2 warga tersebut yang notabene itu orang2 yang miskin (berkekurangan). Ironis sekali, petugas setempat menjadi parasit bagi warga setempatnya juga. Ck.ck..ck...tidak punya hati nurani sedikitpun. Apalah daya warga berkekurangan tsb. Udah jatuh ketiban tangga pula, itulah gambaran nasib warga berkekurangan setempat!! Hanya Tuhan yg tau..!!

0 Comments:

Post a Comment

<< Home